Padahal nggak harus tiap tahun buat resolusi baru. Juga, nggak harus semua deadlinennya di akhir tahun.
Karena aku berkeyakinan kalau resolusi itu sebagai track kita dan tiap orang tuh punya fase, punya kekuatan, punya jalannya masing-masing.
Mungkin bisa, ya, resolusi di tiap tahunnya menjadi penyemangat kita memulai tahun dan melakukan semua hal yang terbaik untuk tahun yang akan dilalui ini.
Tapi, sebenarnya, tahun ini nggak berbeda kan dengan tahun lalu? Hari ini juga nggak terlalu beda dengan yang kemarin. Hanya pergantian hari seperti biasa dan kita akan melakukan aktivitas kita lagi seperti biasa.
Sungguh aneh tapi nyata. Umur kita tiap tahun akan berkurang, pengalaman kita terus bertambah. Namun, resolusi seharusnya menjadi jalan kita menuju tujuan kita yang seutuhnya.
Sebenarnya, goal utama kita apa? Apakah sejalan dengan resolusi yang tiap tahun kita buat? Lalu, dengan durasi deadline yang sepanjang itu alias setahun apakah yakin akan tercapai?
Aku yakin, tidak. Atau mungkin tidak semua. Dan itu kemungkinan kecil. Seringnya resolusi tiap tahun hanyalah remedial yang diulang tiap tahunnya.
Aku ada beberapa tips yang mungkin lebih efektif dibandingkan resolusi tiap tahun. Mungkin cara ini bisa membantumu!
Cara Produktif Tiap Tahunnya Tanpa Harus Buat Resolusi Tiap Tahun
Terdengarnya asing, ya. Mungkin ada yang sudah terbiasa memberikan keyakinan ke diri sendiri tiap awal tahun, "Oke! Aku akan melakukan ini dan itu" menuliskannya besar-besar di dalam kepala dan mengingatnya. Juga ada yang rajin menuliskannya di buku tulis atau kertas dan di pajang di dinding kamar, sebagai penyemangat ia memulai tahun.
Namun , kamu sadar nggak? Kalau semua jalan, semua tujuan kita akan sangat sulit tercapai. Apalagi saat menjalaninya hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Lama kelamaan jadi bosan dan mudah menyerah.
Ternyata ada yang lebih baik dari hanya sekadar menulis resolusi tiap tahun, karena yang paling sulit dari itu semua adalah K-O-N-S-I-S-T-E-N. Yups! Konsisten itu sangat sulit. Apalagi hasilnya nggak langsung kelihatan. Pasti cepat sekali rasa ingin menyerah itu datang.
Ini ada caraku biar terus produktif tiap harinya tanpa harus buat resolusi yang itu-itu aja tiap awal tahun!
1. Tentukan Tujuan Hidup Kamu dan Kuatkan Niat untuk Mencapainya
Aku alhamdulillah sebagai seorang muslim memiliki keyakinan bahwa tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah, Tuhan kita. Tujuan akhirnya apa? Tentu surga-Nya Allah dan dapat melihat wajah-Nya Allah sebagai penghargaan terbesar bagi orang beriman dan bertaqwa.
Nah, kalau kamu masih bingung tujuan hidup kamu sebenarnya apa sih? Nggak perlu khawatir, karena itu pertanyaanku juga ke diriku sendiri di tiap harinya. Di tiap aku membuka mata pada bangun tidur.
Ketika aku malas-malasan melakukan apapun, nggak hanya ibadah pokok, aku malas-malasan semuanya. Aku akan teringat kembali, tujuanku hidup memangnya buat apa?
Apalagi manusia dengan kebengalannya, kebandalannya menghadapi dunia. Ada saja yang mengalihkannya. Tiap aku bertanya pertanyaan itu ke diriku sendiri, jawabannya nggak selalu seperti yang di atas aku tulis. Bisa saja berubah.
Tapi, aku tahu sebenarnya dalam lubuk hatiku , aku hanya denial, menolak jawaban itu. Entah karena aku sedang futur alias sedang jauh hati dan pikiranku. Atau memang hatiku sedang keras saja, jadi sulit sekali menerima kebenaran.
Mungkin bisa balik lagi, tentukan tujuan hidup kamu. Ingat, ya tujuan akhir. Bukan hanya tujuan di dunia. Karena menurut keyakinanku, dunia ini hanyalah tempat persinggahan dan tempat persinggahan ya hanya beristirahat sebentar untuk tujuan akhirnya, yaitu apa? Akhirat, Surga-Nya Allah.
Terdengar seperti.. "ahh, kita kan masih di dunia, ya pikirin aja yang saat ini, kita tuh butuhnya hal-hal yang mendukung hidup kita di dunia"
Tenang kawan! Itu juga jawabanku tiap saat kalau lagi struggle banget menghadapi hidup. Bukannya kembali ke yang menciptakanku, aku malah berpaling, makin jauh, jauh dan jauh, hingga aku lupa tujuanku sebenarnya.
Terus memangnya, hidup dunia nggak boleh mengejar dunia?
Loh, kata siapa? Dan kenapa harus dipisahkan ketika kita mengejar dunia itu hanya dapatnya dunia, dan kalau mengejar akhirat nggak akan dapat dunia. Kenapa? Why not both?
Padahal Rasulullah, Nabi kita itu sudah membimbing kita untuk meniatkan apapun untuk Allah maka akan dinilai pahala. Jadi, sebenarnya kalau kita mengejar dunia sekalipun kalau kita meniatkan untuk mengejar ridho-Nya Allah sudah pasti itu dicatat pahala yang besar.
Makanya, aku suka heran sama orang yang suka memisah-misahkan kegiaan A oohh itu dunia banget, dan kegiatan B itu ibadah jadi kita harus menuju ke sana. Padahal bisa banget kegiatan A selama tidak menentang syariat Allah dan halal, kita niatkan ibadah tuh tetap bernilai pahala di tiap langkahnya. So, cara pertama adalah.. Tentukan tujuan hidupmu dengan matang.
2. Buat dan Catat apa yang akan Kamu lakukan di tiap harinya. Di akhir Kamu bisa mencatat kembali apa saja yang sudah kamu lalui hari itu.
Ini tuh cara kita menghisab diri kita sendiri. Seperti meniru pekerjaan malaikat Roqib dan Atid yang mencatat perbuatan kita tiap hari. Nah, ini kita coba juga mengikutinya.
Aku pernah denger nasehat dari salah satu ulama, manusia yang paling baik adalah yang selalu menghisab dirinya sendiri.
Istilah sekarangnya introspeksi diri. Ini bukan hanya nge-track hidupmu, tapi akan membatasi diri kita melakukan yang bukan tujuan kita.
Kita nggak pernah sadar kadang tiap harinya melakukan apa, mungkin tahu tapi bisa jadi lupa. Nah, ini salah satu cara untuk kita nge-track apakah yang kita lakukan tiap harinya sudah sejalan dengan tujuan akhir kita?
3. Coba awali dengan goals kecil tiap harinya dan buat langkah-langkah kecil untuk mencapainya
Kalau kita langsung dihadapi dengan goals yang besar akan terasa berat dan nggak mungkin kita bisa mencapainya. Pasti akan ada rasa seperti itu.
Nah, mungkin kita bisa coba buat goals-goals kecil tiap harinya juga langkah-langkah untuk mencapainya.
Ada pepatah cina bilang, "1000 langkah dimulai dari satu langkah pertama"
Jadi, kalau kita mau mulai, yuk coba mulai dari langkah kecil dulu dan goals kecil dulu. Semoga dengan goals-goals kecil yang tercapai bisa semakin membuat kita dekat dengan goals besar kita.
4. Kalau terasa berat dan mulai hampir menyerah, ingat lagi tujuan kamu. Apa BIG WHY nya, kenapa kamu harus melakukan ini?
Kita terasa gampang sekali menyerah dan sulit konsisten itu kadang karena kita, satu, nggak punya alasan kuat kenapa kita harus melakukan ini, dua, karena kita masih punya backup alias belum terlalu kepepet untuk mencapai itu.
Biasanya, orang yang merantau dan hidup sendiri itu tiap harinya terasa kepepet hidupnya. Tiap hari ia akan terus memikirkan bagaimana ia akan terus bisa bertahan hidup sendirian dengan apa yang ada.
Kalau demikian, selain dia punya alasan yang kuat, dia nggak punya backup plan lain selain terus bertahan dan meraih goalsnya.
Memang mudah sekali dikatakan, akan tetapi sulit sekali ketika dilakukan.
Cara yang mungkin bisa kamu coba, boleh cari tahu apa, sih, alasan terkuat dan alasan terbesarmu ingin banget menuju goals kamu. Biar kalau sewaktu-waktu nggak semangat atau hilang motivasi kamu bisa bangkit lagi setelah mengingat alasanmu.
Cara lain, yaa kamu harus cari cara untuk keluar dari zona nyaman atau menghindari orang atau keadaan yang akan mem-backup kamu. Jadi, mau nggak mau kamu akan kepepet. Tapi, ini cara yang paling ekstrim, sih. Ini pilihan aja, nggak wajib untuk dicoba.
5. Resolusi deadlinenya nggak harus akhir tahun, bisa jadi 3 tahun, 5 tahun, atau untuk 10 tahun ke depan. PERENCANAAN itu penting!
Sebenarnya, resolusi yang kamu buat deadlinennya nggak harus akhir tahun, dan buat lagi resolusi tiap awal tahun. Tidak selalu harus begitu.
Bisa saja rencanamu untuk 2 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun, bahkan 10 tahun ke depan. Ya, itu juga bisa dinamakan life-planning. Jadi, nggak harus resolusi tiap tahun, tujuan bisa dengan jangka berapapun lama nya.
Nggak ada yang salah dengan resolusi tiap tahun, itu pilihan. Siapapun berhak memilih, mau dengan cara apa ia menggapai mimpinya.
Ini hanya beberapa cara yang bisa kubagikan. Kalau kamu punya pandangan lain terkait Resolusi atau Perencanaan hidup, yuk sharing bersamaku di kolom komentar!
Kalau kamu mau ngobrol lebih dalam tentang ini, atau tentang hal lain seperti pengembangan diri, healing diri, atau apapun, aku terbuka untuk sharing.
Kamu bisa reach out aku di Instagram
@pinartwriters dan hubungi aku di DM! Aku nggak sabar banget bisa sharing banyak hal sama kamu!
BarakAllahu
BalasHapus