featured Slider

Featured Post

Tahap-tahap menjadi seorang penulis professional! Ini yang harus kamu lakukan!

Saya dapat tulisan ini dari salah satu qourawan yaitu Ben Aryandiaz Herawan. Dia adalah penulis, blogger, dan Analis film di Watchmen.ID

Dia menceritakan pengalaman dia menjadi penulis dari nol. Dan memulai pengalamannya di berbagai macam media, cara memulai meniti karir menjadi penulis.

Tiap orang pasti punya pengalaman, cara memulai dan cara meniti karir yang berbeda, tapi dia hanya menggunakan 5 poin berikut untuk menjadi seorang penulis.



1. Belajar Menulis Yang Benar

Menurutnya kalau kita ingin menjadi seorang penulis yang baik kita terlebih dulu harus belajar bagaimana menulis yang baik. Dia melakukannya tidak dengan banyak baca buku, tapi dengan "mencontek" bagaimana penulis yang dia suka menulis. Menurut dia, dia melihat bagaimana flow cerita yang mereka buat, bagaimana narasi yang mereka bangun, riset yang mereka lakukan, dan perspektif yang mereka ambil. Proses 'mencontek' ini juga dibarengi dengan proses trial & error dari percobaan penulisan dia sendiri.

2. Buat 'Writer Persona'

Setiap orang pasti memiliki ciri khas masing-masing dalam membuat tulisan, yang dia sebut sebagai 'writer persona'. Buat dia, seorang penulis yang baik pasti mempunyai 'writer persona' yang kuat dan unik. Karena itulah saya harus membuat writer persona saya sendiri, yang didasarkan pada dua pertanyaan ini :

  • "Citra penulis seperti apa yang ingin saya bentuk?" - Ini untuk membuat kita fokus pada niche yang kita piligh, seperti misalnya saya ingin menjadi penulis yang fokus membahas tentang seni, atau tentang kepenulisan.
  • "Apa keunikan cara menulis yang saya punya" - Ini untuk melatih signature dari cara menulis yang membedakan kita dengan penulis lain. Misalnya, yang membedakan saya dengan penulis lain adalah bagaimana saya memberikan tips-tips menulis yang unik, misalnya.
2 hal ini merupakan proses yang panjang, tidak bisa dilakukan dan dilihat hasilnya dalam satu hari. Dibutuhkan banyak proses trial & error untuk menemukan ritme dan persona yang sesuai, yang hanya bisa didapatkan dengan banyak menulis.

3. Timbun Portofolio

Menurut dia pribadi, salah satu kesalahan penulis pemula adalah terlalu fokus mencari tahu bagaimana menjadi seorang penulis hebat tanpa membuat portofolio sama sekali. Padahal, membuat banyak tulisan yang bisa dijadikan portofolio adalah cara paling efektif jika ingin mulai menjadi seorang penulis professional.

Menulis itu seperti latihan angkat beban. Semakin sering kamu menulis, semakin terlatih skill menulis yang kau punya. Kamu akan tahu dimana ruang yang tulisanmu bisa berkembang, mana yang harus diperbaiki, mana yang harus dihapus, mana yang bisa ditingkatkan.

Portofolio tulisan yang kamu buat juga penting buat kamu yang ingin menjadi seorang penulis komersil. Semakin banyak portofolio berkualitas yang kamu buat, semakin banyak orang-orang yang ingin menggunakan jasa tulisan kamu.

4. Cari Komisi Menulis

Mencari komisi menulis sangatlah penting yang bertujuan satu hal; reality check. Ketika kamu mencari komisi menulis, kamu akan tersadar bahwa ada begitu banyak orang-orang yang sama seperti kamu dan saya. Penulis muda yang berambisi besar dan saling berlomba untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Pencarian komisi menulis ini juga akan membawa kamu pada kenyataan bahwa kamu tidak sepandai atau seunik yang kamu kira. Selama ini kita merasa kalau kita cocok, pantas, dan menganggap mudah untuk menjadi seorang penulis. Mencari komisi dan mendapatkan feedback dari klien akan membuat kita sadar betapa banyak yang kita tidak ketahui dan betapa banyak ruang bagi kita untuk berkembang.

5. Ulangi Poin Satu

Ruang untuk belajar dan berkembang akan selalu ada dan tidak pernah tertutup. Terus perbaiki bagaimana kita menulis, buka lebih banyak perspektif dan asah terus skill menulis kita. Perbanyak lagi referensi bacaan dan menulis, coba gaya menulis baru dan asah yang sudah bagus. Semakin sering kita berlatih, semakin paten tulisan yang kita buat.

Intinya cuma satu sih, latihan menulis terus menerus. Buat target menulis setiap hari. Nggak usah terlalu banyak, mulai aja dari 10 kata setiap hari, besoknya 20 kata, besoknya 30 kata, begitu seterusnya. Bangun kebiasaan menulis aja dulu, nggak usah mikirin kapan jadi penulis atau kapan punya karya yang hits ya.

Semangat menulis!

Ini Dia! Taktik Perilaku yang Cerdik untuk Mengalahkan Kemalasan!

Ayahku bercerita padaku bahwa bagian tersulit dari Hell Week (Pelatihan SEAL) adalah hari Selasa.


Jika dipikir ulang, ini adalah jawaban yang tidak masuk akal.

Hell Week meliputi membangunkan prajurit dengan tembakan pada hari Minggu dan memaksa mereka untuk berolahraga, berendam di air yang dingin, dan tidak tidur sampai dengan hari Jumat.

Sebuah tantangan untuk yang benar-benar tangguh.

Tapi, kenapa hari Selasa?

Hari Minggu, kamu dibangunkan oleh letusan senapan mesin.

Sepanjang malam, kamu berlari, membawa perahu karet, kamu diteriaki. Kamu melompat di dalam air yang sangat dingin. Kamu menggigil. Kamu makan.

Dilanjutkan Senin pagi.

Air yang dingin, olahraga, mengangakat kayu, berlari bersama ombak.

Ada banyak latihan fisik dan tantangan mental dengan instruksi khusus, yang ketika tidak dilakukan secara teliti, berakibat hukuman fisik yang berat.

Kegiatan ini berlangsung sampai Senin sore.

Kemudian bergulir sampai malam.

Pada dan sepanjang malam hari, sebagaimana orang lain tidur di kasur yang empuk dan hangat, kamu kedinginan, lenganmu terasa terbakar, punggungmu sakit, kakimu mulai terasa seperti papan kayu yang kaku disebabkan latihan berlari hari ini.

Kombinasi kesengsaraan ini semakin nyata.

Sampailah pada hari Selasa.

Kamu benar-benar lelah, lebih lelah dari sebelumnya.

Kamu mulai berpikir

"Aku lelah sekali sekarang. Kita bahkan belum separuhnya. Jumat itu sangat, sangat jauh"

"Dan saya sangat, sangat lelah"

Pada hari Selasa, tugas-tugas di depan matamu terlihat mustahil.

Mereka mulai menyesali dirinya sendiri. Mereka mulai berpikir betapa sulitnya semua ini, betapa sakitnya dan betapa lelahnya mereka.

Banyak yang menyembunyikan bel ketika hari Selasa, tanda menyerah.

Taktik yang dilakukan ayahku dan yang lainnya?

Fokus pada setiap sesi, satu latihan dalam satu waktu.

Jangan menatap lebih jauh dari itu. Jangan berpikir tentang haru Jumat, jangan berpikir tentang hari esok, jangan berpikir tentang satu jam dari sekarang.

Tetaplah pada saat ini. Satu tugas kecil dalam satu waktu.

Kamu bisa memperluas ini kebanyak hal yang kita perjuangkan:

Gym : Fokuslah pada memakaikan sepatu. Satu kaki, dan satu kakinya lagi. Lihat bagaimana kelanjutannya.

Setelah itu, ambil kunci dan masukkan mobilmu. Lalu, fokus pada menyalakan mobil, mengendarainya dan masuk ke gym.

Belajar : Duduklah di meja belajarmu, Buka bukunya dan lihat apa yang terjadi.

Baca satu atau dua kalimat. Lihat bagaimana kelanjutannya. Lalu sebuah paragraf.

Jika kamu dapat mempersempit ruang pandangmu kepada beberapa momen di depanmu, kamu bisa mengurangi beban mental dari sebuah tantangan. Taktik ini sangat efektif untuk meringankan batasan-batasan yang menyebabkan penundaan dan rasa malas.





Tulisan ini adalah terjemahan dari bahasa inggris : What are some subtle behavioral tactics that defeat laziness?

Sumber : Quora

Ini 4 Ilmu Finansial Yang Seharusnya Diketahui Semua Orang!


   


   Kehidupan kita tidak akan pernah terlepas dari yang namanya aspek finansial. Oleh karena itu, memiliki pemahaman yang mendalam tentang finansial akan membantu Anda untuk melek terhadap hal-hal finansial yang akan sangat berguna dalam hidup Anda. Literasi keuangan (financial literacy) mutlak Anda pelajari jika Anda peduli dengan keadaan finansial hidup Anda. Literasi keuangan sendiri adalah pengetahuan dan pemahaman seseorang terhadap keuangan. Hal tersebut berkaitan dengan pemahaman seseorang untuk dapat mengatur keuangan pribadi (personal finance).

   Dan ini semua tidak diajarkan di sekolah maupun kuliah. Kalau 4 ilmu finansial ini diajarkan di sekolah atau kuliah anda, silahkan komen dibawah!

Apa saja 4 ilmu finansial yang seharusnya diketahui dan dipraktekkan semua orang, khususnya di Indonesia, adalah sebagai berikut :

1. Ilmu Earning : Bagaimana cara anda mendapatkan uang

2. Ilmu Saving : Bagaimana cara anda menyimpan uang

3. Ilmu Investing : Bagaimana cara anda mendiversifikasi suber income

4. Ilmu Philantrophy : Bagaimana cara anda men-derma-kan uang anda

   Pertama, EARNING SKILL (KEAHLIAN MENGHASILKAN UANG)

Ini adalah yang terpenting dan paling utama. Kalau anda tidak punya penghasilan, tidak punya uang, ilmu finansial anda buat apa? 

Menghasilkan uang itu ada 3 cara : LINEAR, SEMI LINEAR, NON LINEAR.

Kita bahas satu-satu.


LINEAR, artinya berurutan. Anda sekolah, dapat gelar, melamar kerja ke sana ke mari, diterima, kerja weekday dan baru mnedapatkan gaji di akhir bulan atau tiap awal bulan. Begitulah cara kerja orang tipe linear.

Uang penghasilannya berdasarkan jumlah waktu dan tenaga yang dia gadaikan kepada institusi atau perusahaan orang lain, dan penghasilannya(dalam bentuk gaji), diterima tiap bulan.

CONTOH dari pekerjaan linear alias menghasilkan uang secara linear ini adalah pekerja kantoran, dan apapun profesi yang mengandalkan gaji bulanan. Pekerja kantoran pun bisa dibagi ke dalam 2 golongan: mereka yang kerjanya santai, dan mereka yang kerjanya stress..


SEMI LINEAR, lebih cepat dari linear. Anda punya keahlian yang dicari, paling diburu, paling dibutuhkan banyak orang, dan Anda langsung dibayar sekarang dan hari ini juga, tidak perlu menunggu sebulan seperti gaji bulanan orang kantoran.

CONTOH dari pekerjaan dengan hasil semi linear adalah sales yang asli closing penjualan. Hari ini mampu closing penjualan 10 produk, komisi tiap 1 produk terjual misal Rp1jt, maka hari ini saja dia sudah menghasilkan hard-cash Rp10jt.

Oya, kenapa disebut semi linear, karena masih ada sebagian porsi tenaga, pikiran dan waktu yang harus dikeluarkan setiap hari.

Yang membedakan dari LINEAR dan SEMI LINEAR hanya di mendapatkan uangnya. Linear harus menunggu 1 bulan, Semi linear 1 hari juga bisa langsung dapat uang. Tapi, dua-duanya sama-sama masih harus mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga.


NON LINEAR, kebalikan dari Linear , dan lebih cepat lagi dari Semi Linear. Dan caranya sudah tanpa mengeluarkan tenaga, keringat, maupun pikiran lagi.

CONTOH dari pekerjaan Non-Linear ini adalah dr. Yudhistya Ksyatria misal menulis ebook digital dengan judul "Rahasia Cara Hidup Sehat Selama 100 Tahun Tanpa Obat-Obatan Apapun", dibuat presentasi videonya di youtube. Sangat memikat dan membius penonton.




Algoritma Youtube pun menyebarkan video tersebut dengan sendirinya. Semakin, menjangkau jutaan viewers Youtube di seluruh Indonesia, dan jutaan orang berbondong-bondong transfer ke rekening dr. Yudhistya untuk mendapatkan akses download ebook tersebut.

Uang beratus-ratus juta rupiah pun berdatangan ke rekening bank tanpa harus kerja apa-apa lagi. Mau makan, minum, tiduran, uang berdatangan dengan sendirinya. TANPA harus kerja-kerja lagi.

Contoh lain dari Non-Linear adalah : usaha kost-kostan dan usaha kontrakan premium. Tanpa kerja-kerja lagi, si pemilik meneima pembayaran sewa kontrakan tiap bulan atau tiap tahun.



KEDUA, SAVING SKILL (KEAHLIAN MENYIMPAN UANG)

Buka tabungan deposito tersendiri, dan cemplungkan minimal 10% setiap kali Anda mendapatkan penghasilan.

Simpan untuk apa?

Simpan untuk menghadapi rainy days alias untuk jaga-jaga terjadi masa-masa sulit. alias ini adalah dana darurat.


Jadi, jika gaji linear bulanan anda Rp5jt, dana darurat ini sebesar Rp500rb, tiap bulan (maka jika masa sehat selama 1 tahun akan terkumpul dana Rp6jt)

Jika penghasilan semi linear harian Anda Rp1jt, dana daruratnya ini sebesar Rp100rb, tiap hari (1 bulan terkumpul Rp3jt dan jika bisa sehat selama 1 tahun akan terkumpul dana darurat sebesar Rp 36 jt)

Jika income non linear anda Rp5jt perhari.. yah, bisa hitung sendiri lah ya.


KETIGA, INVESTING SKILL (KEAHLIAN DIVERSIFIKASI / MENYEBAR SUMBER-SUMBER PENGHASILAN UANG)


Investasi yang paling utama adalah investasi ilmu dulu.

Anda mau terjun ke dunia saham, misalnya, maka silahkan investasikan uang Anda untuk beragam pelatihan agar bisa ready berinvestasi di dunia saham.

Investasi skill ini besarnya 20% dari total penghasilan yang anda peroleh.

Jadi misal Anda menghasilkan income Rp10jt, maka anda ambil Rp2jt Anda untuk mengikuti kelas workshop tentang saham / reksa dana / properti / dll



Hidup akan menjadi sedikit lebih mudah apabila :

1. Penghasilan anda masuk kategori Non-Linear, alias tanpa bekerja uang ngalir terus.

2. Sumber-sumber pemasukan pun datang dari berbagai arah: jualan ebook, jualan DVD e-learning, sales, Google Adsense, Youtube Adsense, royalti,dll

New Normal? Apakah Ini Masih Bisa Disebut Keadaan Normal?




New Normal atau dalam bahasa Indonesia Kenormalan Baru terkadang disebut kewajaran baru atau kelaziman baru.

Presiden Jokowi telah meminta seluruh jajarannya mempelajari kondisi lapangan untuk mempersiapkan tatanan normal yang baru di tengah pandemi Covid-19

Virus Corona masih beredar dan menginfeksi manusia. Namun, banyak negara yang mengambil langkah pelonggaran lockdown.

Di luar rumah, sulit untuk menentukan peringkat risiko, karena kondisi lingkungan sangat beragam. Risiko tertular juga tampaknya lebih tinggi ketika orang lebih aktif secara fisik.

Apakah ini masih bisa disebut keadaan normal? Ketika kita tidak lagi bisa beraktifitas dengan santai seperti sebelum adanya corona. New Normal mungkin bisa menjadi salah satu cara yang dapat membebaskan kita, tapi apakah langkah ini sudah tepat?

Dilansir dari nasional.kompas.com "Tidak menjadi suatu euforia baru bahwa kenormalan ini seakan-akan membebaskan kita kembali beraktifitas sebelum seperti kejadian pandemi Covid-19" Kata Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020)

Yuri mengatakan kita menerapkan new normal bukan berarti tidak menjalankan protokol pencegahan virus Covid-19.

New Normal itu tetap produktif tapi tetap memastikan aman dari penularan virus corona.

Keadaan kita ini harus bisa diterima oleh seluruh orang. Bahwa kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Terdengar menyulitkan, tapi coba deh kita pikirkan lagi, ini pasti untuk kebaikan bagi kita semua.

Corona itu suatu virus yang sangat berbahaya, jangan pernah kita meremehkannya. Wacana new normal ini baru diterapkan di beberapa provinsi yang sudah dianggap bisa melaksanakan new normal ini.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menegaskan, seluruh pihak harus mempersiapkan diri untuk menyambut fase keadaan new normal dalam kehidupan di tengah pendemi Covid-19.

Dilansir dari detik.com Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman sempat menyatakan, virus corona tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. Karena itu, istilah berdampingan lebih tepat digunakan daripada berdamai dengan virus corona.

"Artinya berdampingan itu ya kita bisa aja musuhan sama siapa, tapi jalan bersama-sama itu bisa. Tapi kalau damai, ya itu istilah aja sih, tapi mungkin dari sudut virologi, istilah berdampingan itu lebih dapat dipraktikkan ya," kata Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio.

Manusia punya sejarah dan pengalaman hidup berdampingan dengan mikroba seperti virus influenza, HIV, dan demam berdarah. Menurut Prof Amin yang perlu dilakukan adalah mengenali virus tersebut untuk bisa mencegah penularannya.

Bagaimana teknik belajar yang efektif agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik?


Belajar pagi para siswa hingga mahasiswa adalah sebuah kewajiban sebagaimana predikatnya sebagai pelajar. Pelajar yang baik tentunya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan atau keterampilannya. Namun apakah belajar Anda sebagai pelajar sudah efektif dan efisien?


Salah satu teknik belajar terbaik adalah Teknik Feynman (Feynman Technique).

Teknik belajar ini dikemukakan oleh Richard Feynman, seorang Fisikawan, untuk membantu memahami hal-hal kompleks secara sederhana dan mudah dijelaskan kepada orang lain.

Pada dasarnya, Teknik Feynman ini hanya terdiri dari empat langkah: 


  • Langkah 1 : Ambil sehelai kertas kosong, dan tulis nama dari konsep yang ingin kamu pelajari. Tulis di kertas apa judul topik ini, konsepnya apa. Misal : ABC tentang perawatan wajah


  • Langkah 2 : Jelaskan konsep tersebut seolah-olah kamu menjelaskan kepada orang yang sama sekali tidak paham (misalnya anak kecil usia 6 tahun) Gunakan bahasa yang sesederhana dan sejelas mungkin. Akan lebih baik lagi jika kamu menjelaskannya sambil menulis, selayaknya dosen mengajar di kelas.


  • Langkah 3 : Review penjelasan kamu pada langkah sebelumnya, kemudian identifikasi di bagian mana kamu merasa tidak yakin atau ragu akan penjelasan kamu (celah atau gaps pemahaman) Setelah kamu berhasil mengidentifikasinya, kembalilah ke bahan belajar kamu, dan cari sumber lain untuk memperdalam pemahaman kamu pada bagian itu.


  • Langkah 4 : Jika ada bagian dimana kamu masih menjelaskannya dengan bahasa yang kompleks dan penuh istilah teknis yang rumit, cobalah untuk kembali dan menjelaskan ulang bagian rumit tersebut dalam bahasa yang lebih sederhana. Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa dari sumber yang kamu baca. Pastikan pejelasan kamu dapat dipahami oleh orang yang tidak memiliki dasar pengetahuan yang sama dengan kamu. Jika kamu masih belum bisa menjelaskan dengan sederhana, artinya kamu belum memahami sepenuhnya konsep tersebut.


Ulangi langkah diatas hingga kamu mendapat pemahaman secara keseluruhan terhadap apa yang kamu pelajari.

7 Tips Mengubah Hobi Menjadi Profesi

Pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar. Pernyataan ini memang terdengar menyenangkan, bukan? Bayangkan, kalau kamu bekerja menghasilkan uang tapi kamu mengerjakannya secara suka rela, ya karena itu hobi kamu. Wah, menyenangkan sekali, bukan?

Walau begitu, untuk mengubah hobi menjadi profesi membutuhkan skill dan passion pastinya. Dan kamu juga membutuhkan ilmu marketing agar profesimu dapat membuahkan hasil yang maksimal. Dibutuhkan juga perencanaan, komitmen, dan naluri entrepreneur, loh.

Jika kamu sudah berpikir untuk mengubah hobimu menjadi profesi, boleh banget nih baca tips-tips dibawah ini. Yuk kita simak, 7 Tips Mengubah hobi menjadi profesi!

1. Memikirkan tujuannya.


Sebelum memulai hobi menjadi profesi, kamu bisa memikirkan tujuannya. Apakah ini akan menjadi penghasilan utama, atau hanya sebatas penghasilan sampingan saja. Maka kamu bisa mengambil keputusan yang benar agar tidak salah langkah

Pertimbangkan kembali, apakah akan menjadi pemasukan utama atau tidak. Karena, jika kamu ingin hobi ini menjadi profesi utama, berarti kamu akan lebih susah lagi pekerjaan yang harus kamu kerjakan.

2. Mencari peluang.


Memiliki pendapatan dari hobi yang dilakukan itu sangat mudah dilakukan. Syaratnya, kamu harus pandai-pandai melihat peluang yang ada. Jika ada hal baru yang bisa dilakukan, maka cobalah! Jangan terpaku hanya satu produk atau satu layanan saja, namun cari juga kesempatan pada produk atau layanan lainnya.

Sebagai contoh, kamu misalkan mempunyai profesi sebagai desain grafis, cobalah buka juga kursus desain dengan cara online agar kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari layanan lainnya.

3. Membiasakan sikap profesional


Ketika menjalani hobi menjadi profesi, kamu harus membiasakan diri untuk mengejar deadline yang diberikan klien, atau untuk mengurus masalah marketing atau masalah finansial. Maka kamu harus memupuk dari sekarang sikap profesional.

Bukan seperti dulu, saat mengerjakannya hanya untuk melakukan hobi saja.

4. Menambah kemampuan


Untuk menjalani profesi yang dari hobi ini, kamu tetap harus menambahkan kemampuan kamu. Jangan hanya terpatok pada satu kemampuan saja. Karena kamu juga harus melihat peluang yang ada untuk menambah penghasilan kamu.

5. Memahami marketing


Kamu mungkin bisa jadi sudah paham betul dengan hobi yang ku geluti ini. Tapi, kamu juga harus mempelajari marketing. Kamu bisa mempelajarinya dari kompetitor kamu. Dan kamu bisa melakukan riset ini dengan mudah.

Karena sekarang dengan adanya internet, riset seperti ini bisa dilakukan dengan mudah.

6. Memperkuat personal branding


Sederhananya kamu bisa lihat brand-brand terkenal sekarang ini. Contoh saja seperti KFC, maka kamu akan berpikir kalau itu adalah makanan ayam goreng dari Kota Kentucky. Memang, memperkuat branding itu memang butuh waktu yang tidak sebentar. 

Tapi, kamu bisa memulai dengan memikirkan nama brand kamu, logo, untuk memperkuat personal branding kamu.

7. Mendapatkan pelanggan pertama


Sebagai promosi, tak ada salahnya untuk memberi pelayanan atau produk secara cuma-cuma untuk mendapatkan review atau testimoni dari pelanggan kita. Agar kita bisa lebih dipercaya oleh kustomer kita dengan testimoni yang ada. Karena kustomer lebih menyukai suatu produk atau layanan yang sudah terpercaya dan sudah banyak di gunakan.

Lewat tahap ini, kamu bisa membangun kepercayaan diri dalam menjalankan profesi kamu.



Itu dia sejumlah tips yang bisa kamu lakukan, sudah siap kah mengubah hobimu menjadi profesi?