People Pleaser: Yang Selalu Merasa Nggak Enak-an dan Susah untuk Berkata Tidak Kepada Orang Lain

 


Selalu berkata "Ya" dan sulit sekali untuk mengatakan "Tidak" Kepada orang lain, ini adalah tanda bahwa kamu termasuk orang yang people pleaser.

People Pleaser itu apa sih? People pleaser adalah sebutan bagi orang yang selalu ingin membuat semua orang suka sama dia, berusaha mengatakan atau melakukan hal agar orang lain menyukainya, walaupun mungkin sangat bertentangan dengan pikiran dan hatinya. Ini dilakukan bisa jadi agar tidak menimbulkan konflik atau agar orang lain tidak kecewa kepadanya.

Sikap ini adalah lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.

Nah, biasanya nih orang yang people pleaser itu haus akan disukai orang lain, haus akan diterima oleh orang lain. Orang yang people pleaser juga ciri-cirinya cenderung setuju akan pendapat kebanyakan orang, tanpa mengutarakan dahulu pemikirannya dan perasaannya.

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Jennyfer, M.Psi, Psikolog, menjelaskan sebenarnya orang yang people pleaser itu akan menjadi masalah bagi kesehatan mentalnya ketika itu terjadi dalam jangka waktu yang lama, karena seseorang sudah mulai kehilangan jati dirinya.

Lanjutnya lagi, "Karena berfokus pada orang lain terus-menerus, ia akan mencoba untuk menyenangkan orang lain sampai tidak menjadi dirinya sendiri"

Menyenangkan orang lain terdengarnya tidak buruk, akan tetapi menyenangkan orang lain dengan cara yang salah akan berdampak buruk bagi diri sendiri.

Sering kali, kita terus berfokus untuk mencintai, menyenangkan orang lain terlebih dahulu. Padahal, yang seharusnya dicintai terlebih dahulu adalah diri kamu sendiri.

Terus, akhirnya kamu bertanya-tanya.

Sepertinya, aku merasakan hal-hal tersebut, solusinya bagaimana biar nggak terus menerus menyenangkan orang lain?


Bagaimana Caranya untuk Berhenti Menjadi People Pleaser?

Yang bisa coba kamu lakukan lebih dulu adalah, belajar untuk mengatakan "tidak" dengan lebih ramah. Setelah kamu mencobanya, mungkin kamu akan semakin menyadari bahwa ketika kamu mengatakan tidak, itu bukan menjadi akhir dari segalanya.

Orang-orang terdekat, keluarga, sahabat, teman kolega, atau siapapun akan bisa menerima perbedaan pendapat atau mungkin penolakan, jika kamu menyampaikannya dengan baik-baik.

Pernah nggak mendengar judul buku dari penulis Jepang yang berjudul, Berani Tidak Disukai?

Di dalam buku tersebut dikatakan bahwa, ketika kamu berani tidak disukai berarti kamu berani untuk bahagia. Lho? Agak bertentangan kan dengan pemikiran orang people pleaser?

Kalau orang yang ingin selalu menyenangkan orang lain mungkin selalu berpikir, 

"Aku bahagia kalau orang lain pun bahagia"

Namun, apakah tujuan kebahagiaan sesulit itu? Bahagia itu mudah, kadang yang membuat dunia ini rumit adalah diri kamu sendiri. Ups.. 

Di dalam buku Berani Tidak Disukai, ada pesan yang bisa kita kutip disini,

Poin dari buku ini, seperti judulnya yang menyiratkan makna bahwa "tidak ingin dibenci" barangkali adalah tugas kita, tetapi apakah orang ini atau orang itu tidak menyukai kita atau tidak itu semua bukanlah tugas kita. Sekalipun, ada seseorang yang tidak berpikir baik tentang kita, itu bukan hal yang bisa kita kontrol, kita nggak bisa mengintervensinya.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah, berani menjadi diri sendiri.

Berani menjadi diri sendiri dan tetap berprinsip tanpa harus takut dicemooh. Mencoba lebih perhatian dengan diri sendiri. Apa saja kira-kira hal yang kamu sukai? Apa saja yang tidak kamu sukai?

Setelah kamu lebih mengenal diri kamu, maka kamu akan lebih mencintai diri kamu.

Pepatah yang mengatakan "Tidak Kenal Maka Tidak Sayang" sepertinya tepat untuk hal ini. Bukan hanya mengenal orang lain saja, mengenal diri sendiri juga membuat kita semakin menyayangi diri kita sendiri.

Kemudian, ada satu hal penting juga yang harus disampaikan juga disini, kalau ridho manusia adalah hal yang mustahil tercapai.

Imam Asy-Syafi'i rohimahullah pernah mengatakan,

"Keridhaan manusia adalah hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat bagi dirimu dan berpegang teguhlah dengan-Nya"

Mulai sekarang, yuk untuk mencoba tidak perlu berusaha disukai semua orang, asal kamu sudah berbuat baik dan tidak melanggar aturan, ya lakukan saja. Menjadi people pleaser itu nggak enak!

Memangnya enak selalu menyenangkan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri? Kalau saya sih, nggak ya. Bagaimana menurut kamu?


Baca Juga tulisanku di Campaign.com yang membahas hal tentang Antara Obesitas dan Self Love disini.

Sumber gambar : pexels.com/tim-mossholder

Komentar

  1. yes, benul. people pleasure itu tidak baik untuk kesehatan kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, karena buat diri sendiri capek juga kaan

      Hapus

Posting Komentar