Review Buku "Meraih Cinta Allah : Mulai dari kebiasaan sehari-hari" Yang Mengajak Kita Semua Untuk Melakukan Hal Kecil Secara Rutin


Banyak hal besar yang bisa didapatkan dengan melakukan hal kecil secara rutin, misalnya meraih cinta Allah pada kebiasaan sehari-hari.

Buku ini diterbitkan oleh CV Motivaksi Inspira. Buku ini adalah buku antologi dari alumni kelas menulis online Nulisyuk batch 26 yang bertemakan Dakwah. Melalui buku ini kita bisa banyak belajar bahwa kebaikan kecil kalau dengan niat ibadah pasti bisa mendapatkan ganjaran pahala yang besar. MaasyaAllah.

Orang-orang yang bersabar

Di buku ini banyak orang-orang yang menceritkan dirinya ketika sabar. Ketika cobaan melanda, maka harus sabar.

Contohnya cerita dari Pratiwi Wulandari(@_dariwulann_) yang berjudul Bersabar dalam Penantian Panjang. Cerita ini mungkin cocok banget dengan wanita-wanita berumur 20 tahunan yang sedang menunggu jodoh. Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi Wulan sendiri, yang sering ditanyai "Kapan Nikah?" Pasti kalian merasa related banget, kan?

Dan ada juga cerita dari Hanifa. A(@fa_hanifa) yang berjudul Ikhtiar, Doa, dan Lillahita'ala . Perjalanan seorang perantau yang sudah berkeluarga yang ingin bekerja di kampung halamannya. Struggle dia dalam menjalani pekerjaan di kota perantauan, kisah dia yang terus bersabar untuk bekerja disitu. Hingga akhirnya SK nya turun dan dia pun pindah dan mengabdi di kota nya. Sungguh kesabaran benar-benar diuji.

Ada pula kisah kesabaran dari Desi Yulinar(@desiyulinar12) yang berjudul Berusaha di Jalan Allah Swt. Diceritakan bahwa dia memiliki masa lalu yang buruk, yang seringkali meninggalkan perintah-Nya, yang jauh sekali dengan Allah ta'ala, dan terkadang menganggap yang haram menjadi halal. Hingga pada akhirnya, dia menemukan artikel yang membahas zina, munafik, dan semua perbuatan yang dibenci oleh Allah ta'ala. Maka, terketuklah hatinya. Kemudian, hati dan akal pikirannya sudah mulai terbuka, sedikit demi sedikit. Dan kemudian dia menceritakan proses perjalanan hidupnya dari dulu hingga sekarang. Dan dia pun mengutip penggalan surat Hud:112, yang mengharuskan kita istikamah di jalan yang benar.

Ada lagi kisah sabar yang lain dari Henny Perwitosari(@henny_iburadhifa) yang berjudul Bersabar dengan Kesempitan Mendera. Dia menceritakan pengalaman kerjanya disini. Awalnya dia menceritakan bahwa dia baik-baik saja dengan pekerjaannya kala itu, tapi tiba-tiba ada seorang rekan kerjanya yang mulai menciptakan suasana tidak nyaman. Kemudian terjadilah banyak hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian dia mengatakan "Kunci dari pemahaman saat ditimpa kesempitan yang terus mendera adalah sabar.".. "Seperti nasihat dari Sahabat Ali bin Abi Thalib, 'Bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran itu melapangkan kesempitan.' "


Berhijrah ke Jalan-Nya

Sekarang kita beralih ke cerita hijrahnya Yanti Yulianti(@nafadhiya) yang berjudul Hijrahku Berbuah Manis. Dia menceritakan perjalanan hidup dia dari sebelum hijrah hingga akhirnya berhijrah dan ditentang orang tua dan keluarga. Sampai dibilang nanti susah dapat jodoh dan susah dapat pekerjaan. Tapi, di akhir cerita semua kekhawatiran keluarganya seakan-akan terbantahakan seketika. Dia mendapatkan pekerjaan yang menghormatinya memakai pakaian syar'i dan mendapatkan jodoh yang menjadi imam dunia akhiratnya.

Kemudian ada lagi nih cerita hijrah berikutnya dari Iftinan Rona Nisrina(@Iftinanrona) yang berjudul Menjemput Hidayah-Nya. Dia menceritakan awal dia hijrah yaitu kelas 2 SMP. Saat itu, dia berusaha bilang ke ibu nya bahwa dia ingin mamakai kerudung yang berarti semua bajunya harus di panjangkan, dan kata ibu nya yang berarti kalau keluar-keluar juga harus memakai kerudung. Dan akhirnya dia pun mulai mantap akan komitmennya untuk berkerudung dan memakai semuanya serba panjang. Awalnya dia bercerita bahwa dia saat keluar-keluar masih memakai jilbab kemudian celana jeans, dia berpikir bahwa masih kelas 2 SMP jadi masih bisa bebas. Dan akhirnya dia menyadari bahwa itu salah, dan dia harus berubah. Di akhir cerita dia menebalkan kata-kata "Waktumu semakin berkurang, amalmu tak juga bertambah. Masih berani berharap Jannah?"

Ada lagi nih cerita hijrah dari Fitri Wulandari(@fitriwulaand_) yang berjudul Perjalanan Suci Menuju Perubahan Hati. Didalam ceritanya dia mengisahkan bahwa dia pernah berteman dengan teman yang tidak membuatnya merasakan manisnya iman. Yang memadamkan energi-energi positif dia. Kemudian dia pun mengutip salah satu perkataan Ali bin Abi Thalib yaitu "Semenjak itu aku percaya dan meyakini bahwa cukup menggantungkan saja semua harap kepada Allah semata, jangan kepada makhluk. Karena sepahit-pahitnya berharap adalah kepada makhluk"

Kemudian ada tulisan juga dariku (@pinartwriters_) yang berjudul Semua Berjalan dengan Semestinya. Disini aku menceritakan pergelokan hati saat pertama kali berhijrah. Awal-awal berhijrah, aku malah pengen kembali seperti orang kebanyakan saja. Itulah cobaan terberat ketika berhijrah, yaitu istikamah di dalam pendirian kita ketika berhijrah. Malah dulu ingin sekali dulu jalan-jalan bersama teman-teman, merasakan sebagai anak SMA Negeri, merasakan kenakalan anak remaja. Tapi, Walhamdulillah Allah melindungiku dari hal-hal yang dapat menjerumuskan ku ke dalam api neraka. Dan aku pun menceritakan akhirnya bisa berhijab dengan menutup semuanya dengan sempurna-alhamdulillah sudah memakai cadar. Dan di akhir aku mangambil penggalan arti surat At-Taubah:118 "Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya."


Antara Hijab dan Jodoh

Kita sekarang beralih ke cerita hijab dari Salma Raaniyah(@rarasalma_) yang berjudul Hijab Mahkota Kemuliaan Wanita. Dia menceritakan ketika dia mensyiarkan wajibnya muslimah untuk berhijab. Di dalam ceritanya dia pernah mengadakan kegiatan bogor hijab volunteer dalam rangka solidaritas hijab untuk muslimah yang ada di bogor. Dia banyak menasehati kita agar kita bisa menjaga aurat dengan baik. Banyak menyelipkan ayat-ayat Quran dan hadis yang dapat menyentil dan mengingatkan kita.

Kemudian kita beralih ke kisah jodoh satu ini dari Fathkia Mutiara Khalila(@fathkia) yang berjudul Lelaki Tak Bernama. Dia menceritakan bahwa dia dari zaman bangku sekolah sudah sering menjadi tempat konsultasi teman-temannya tentang percintaan, bahkan sampai kuliah pun dia masih menjadi tempat konsultasi teman-temannya. Dan di masa-masa kuliah, dia pun akhirnya bimbang dengan dirinya yang mulai terhasut dengan isu menikah muda. Dengan jargonnya Pacaran halal. Akhirnya setelah beberapa waktu ada temannya yang memberikan undangan pernikahan yang katanya awalnya itu dengan cara ta'aruf. Maka dia pun memulai dengan ta'aruf. Tapi, saat mengisi biodata saat tiba di bagian motivasi menikah dia terasa terpukul dengan pukulan yang telak. Apa sebenarnya tujuannya menikah? Dan dia pun akhirnya setelah beberapa cerita yang nanti bisa dibaca sendiri ya!. Di akhirnya dia mengambil hadis "Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah ta'ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu(sebagai pengganti) yang lebih baik [HR Ahmad]"

Dari kisah-kisah yang ada banyak sekali yang buat senyum-senyum sendiri, banyak yang membuat kita berpikir dan merenung akan diri kita. Banyak juga yang menceritakan tentang hal-hal kecil yang sering kita lupakan.

Dan dari buku ini banyak kisah-kisah yang bisa kita ambil pelajaran dan kita ambil hikmahnya.

Bagi yang ingin membaca buku ini juga bisa menghubungiku lewat Instagram (@pinartwriters_) lewat DM atau yang mau bisa komen di bawah ya!

Komentar

  1. Mantap mbak, lanjutkan perjuanganmu

    BalasHapus
  2. Kalau dari tulisan review-nya bagus, berarti kosakata di buku yang di-review bagus juga.

    BalasHapus
  3. Ternyata ada cerita mbak nya juga ya.

    BalasHapus
  4. Wah, buku antologinya menarik ini. Membiasakan hal kecil dalam mencari Rida-Nya. Mantap. Kecil istiqomah lebih baik, daripada besar bolong-bolong. Semoga kita selalu dimudahkan berbuat kebaikan walaupun kecil ya, Kak. Aamiin

    BalasHapus
  5. Bagus juga ini buku, dilihat dari judul-judulnya aja seru. Kayaknya akan banyak peminatnya

    BalasHapus
  6. sangat memotivasi sekali untuk hijrah kak. memang yang susah itu salah satunya adalah istiqamah sih kak. apalagi saya sebagai seorang pemuda yang kadang masih labil kak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah buku ini cocok banget buat kamu untuk terus bisa memotivasi kamu agar bisa terus istikamah.. yuk pesan!

      Hapus
  7. Betulll ... nggak ada hal besar tanpa hal kecil yang rutin dilakukan, Kunjungi juga BLOG MILITER

    HIDUP INDONESIAN BLOGGER

    BalasHapus
  8. Sabar adalah kunci dalam meraih sesuatu yang kita inginkan serta bisa menerima keadaan adalah untuk menjadikan rasa tenteram dalam diri kita

    BalasHapus
  9. sebuah bacaan yang menarik nih mbak. Apalagi yang bebau agama, mantap pastinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya nih.. yuk kalau mau baca kisah selengkapnya bisa pesan ke aku yaa :)

      Hapus
  10. Review isi bukunya menarik, dan semoga kita selalu dalam lindungan-Nya

    BalasHapus
  11. Meski belum membaca buku nya secara langsung, saya rasa udah tau isinya dan sangat menarik 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakk betul sekali.. yuk baca selengkapnya biar makin mantap!

      Hapus
  12. Memang sangat sulit untuk menanamkan sifat penyabar apalagi kalo suka ada yang memancing amarah tetapi Allah mencintai hamba nya yang penyabar teruslah berusaha menggapai ridho Allah

    BalasHapus
  13. Ini penulisnya cewek semua ya kak? Wah tadi awalnya saya kira ini novel atau malah buku pengembangan diri. Ternyata kumpulan kisah-kisah yah😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kumpulan kisah-kisah yang sekaligus dapat mengembangkan diri kita.. yuk pesan!

      Hapus
  14. Waahh keren alumni kelas menulis online bisa bikin buku dari gabungan karya, btw apa aja syaratnya untuk gabung di kelas menuli online? Dan infonya bisa di dapat dimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah syaratnya simple kokk kalau kamu mau belajar dan disiplin maka bisa diliat infonya di IG nya langsung di @nulisyuk yaa..

      Hapus
  15. review nya , menarik, membuat pembaca terinpirasi. kalau boleh tau ada ebook nya gak kak? buat dibaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk ebook nya belum ada ya kak.. baru ada versi cetaknya.. yuk kak bisa dipesan di aku yaa :)

      Hapus
  16. mantab nih reviewnya.. Membuat penasaran pengen baca bukunya... Karena membiasakan hal-hal kecil secara istiqomah yang sesuai syriat saja kadang lalai...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak.. untuk selengkapnya bisa pesan di aku yaa :)

      Hapus
  17. Menarik, reviewnya ok ...jadi pingin baca lengkapnua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk kak bisa dipesan di aku yaa biar gak makin penasaran kan.. :)

      Hapus
  18. Kalo saya sendiri mulai dari kebersihan untuk kebiasaan sehari" nya itu

    BalasHapus
  19. Semangat menulis mbak, terus berkreativitas. semoga bisa menerbitkan buku dan novel sendiri ya..

    BalasHapus
  20. Menarik, dari beberapa judul yg di review sepertinya buku ini sangat bagus. Smga dapat menjadi sumber inspirasi dalam semangat meraih ridho Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget, di buku ini memang banyak kisah menarik dan sangat bagus, yuk coba baca selengkapnya :)

      Hapus
  21. Bagus mbak reviewnya-jelas dan menilik kelebihan dan kekurangan dalam buku satu per satu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, makasih yaa :) Yuk baca selengkapnya bisa pesan ke aku ya :)

      Hapus
  22. buku antologi itu seperti rangkaian mutiara hikmah, semoga sukses dan banyak menebar dakwah :)

    BalasHapus

Posting Komentar