Syarah Hadits Arba'in An-Nawawiyyah . Penulis Syarah Syaikh Abdurrohman As-Sa'di . Penulis Hadits Imam An-Nawawi


Bismillahirohmanirrhoim
         الاخلاص في الاعمال
Hadits Pertama dan kelima:

         1- عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال قال رسول الله صل الله عليه وسلم ان الاعمال باالنيات و انما لكل امرؤ ما نوى فمن كانت هجرته الى الله و رسوله فهجرته الى الله و رسوله فمن كانت هجرته لدنيا يصيبها او امرءة يتزوجها فهجرته الى ما هاجر اليه  متفق عليه

"Dari Umar bin Khattab rodhiyallahu anhu berkata : berkata Rasulullah sholallahu alaihi wassalam bahawasanya Amalan tergantung pada niatnya, Dan dia akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Jika dia hijrahnya karena Allah dan Rasulnya maka dia akan mendapatkan apa yang dia hijrahi. Jika, dia hijrahnya untuk dunia yang ia kejar atau wanita yang ingin dia nikahi, maka dia akan mendapatkan apa yang dia hijrahi. Muttafaqun 'Alaih"


             Pentingnya peran niat. Dan bisa bermakna membedakan ibadah yang satu dengan ibadah yang lain dalam mengalamalkan perbuatan. Niat itu adalah Ikhlas karena Alla dalam ibadah

        5- عن عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صل الله عليه و سلم من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد  متفق عليه

"Dari Aisyah rodhiyallahu anhaa berkata Rasulullah bersabda Barang siapa yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam urusan agama kami ini yqng bukan dari padanya, maka amalannya TERTOLAK  Muttafaqun 'Alaih"


               2 Hadits di atas yang mulia ini masuk kepada perkara agama seluruhnya. Dari yang pokoknya ataupun cabang-cabangnya. Hadits pertama yang dari Umar adalah timbangan bagi Amalam-amalan bathin, dan Hadits kelima atau hadits Aisyah adalah amalan Dhohir(yang tampak)

               Pada keduanya terdapat faedah ikhlas ibadah kepada Allah dan juga mengikuti apa-apa yang diperintahkan atau yang dilakukan Rasulullah. Dan ini merupakan syarat atas perkataan & perbuatan baik Dhohir maupun Bathin.

               Maka barangsiapa yang ikhlas amalan-amalnnya yang dhohir maupun bathin & mengikuti ibadah kepada Rasulullah, maka amalannya diterima sebagai amalan sholih dan mendapatkan pahala. Dan barangsiapa yang menghilangkan kedua syarat tersebut atau menghilangkan salah satunya maka amalannya TERTOLAK!. Maka dua syarat ini keduanya harus ada.

               Dan Allah berfirman pada surat Al-Furqon : 23
"Dan kami datang kepada apa yang telah mereka amalkan dan Allah jadikan amalan mereka seperti debu yang berterbangan"

               Dan dalam surat An-Nisa : 125
"Mana yang lebih baik? Mengikhlaskan ibadah kepada Allah dengan Mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan berbuat ihsan?"

               Dan surat Al-Baqoroh : 112
"Bahkan orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah dalam keadaan dia beramalan sholih maka baginya pahala, dan tidak ada rasa takut dan bersedih hati"



               Bahwasanya disebut niat : "Keinginan untuk melakuakan suatu amalan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dan juga meminta keridhoan & pahalanya.". Maka disini ada pembahasannya dalam permasalahan niat terbagi menjadi 2 :

-An-Niatul 'Amal 
-An-Niatu Ma'mul Lillah

  •               An-Niatul Amal adalah Niat untuk membedakan ibadah-ibadah tertentu, seperti Mandi janabah dengan mandi biasa maka di bedakannya dengan niatnya. Karena 'Tidak Sah Ibadah seseorang Jika Dia Beribadah Tanpa Niat'.
  •               An-Niatu Ma'mul Lillah adalah Ikhlas karena Allah pada setiap apa yang dikerjakan hamba dan yang di tinggalkan dengan apa yang di ucapkan atau yang dia lakukan dalam Dhohir ataupun Bathin.
"Berkata Asy-Syaikh As-Sa'di : 'Untuk itu diwajibkan ikhlas kepada Allah dalam beramal dengan mengharapkan pahalanya,mengharapkan wajah-Nya,takut akan adzabnya,takut akan Allah'"
Tidak seperti ucapan bathil orang-orang tasawuf(sufi) :
"Kami beribadah bukan mengharapkan syurga/takut kepada Allah"--> Ini adalah perkataan orang-orang pendusta


           Dan juga harus penuh semangat untuk ikhlas dalam beribadah ini wajib. Dan juga berusaha menolak lawannya yaitu adalah RIYA & SUM'AH(INGIN DI DENGAR ORANG),MENGHARAP PUJIAN,BERHARAP MANUSIA MENGAGUNGKAN DIRINYA. Bahkan jika sesuatu tadi dalam keadaan datang pada dirinya, jangan jadikan pada hamba tersebut sebagai tujuannya, atau puncak dari keinginannya. Dan WAJIB pada dasar hatinya, keinginannya mengharapkan wajah Allah saja tanpa menoleh ke wajah manusia sedikitpun.

           Ada 3 musuh yang bisa menghalangi kita dalam beribadah :

  1. Syaithon dari Kalangan Jin
  2. Syaithon dari Kalangan Manusia
  3. Hawa Nafsu
           Dan Allah pun memberikan kita bentengnya, yang ada 2 :

  1. Taubat kepada Allah, memohon ampunan kepada Allah
  2. Kembali mengingat Allah, bahwa Allah senantiasa melihat kita




Mungkin itu saja yang bisa Ana sampaikan, selebihnya jika ada salah-salah kata itu seutuhnya dari Ana sendiri, dan jika ini adalah kebaikan bagi para pembaca maka itu semua hanya petunjuk dari Allah subhanahu wa ta'ala..

Sincerenly,


Siti Syarafina Hasyim









3 CHATTING: